NUR AISYAH
Rabu, 01 Mei 2019
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DUNIA JURNALISTIK
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DUNIA JURNALISTIK
Seperti yang kita ketahui peran Jurnalistik sebagai pendidik masyarakat, dilakukan dengan menyajikan beragam pengetahuan yang bersifat mendidik dan bermanfaat bagi peningkatan nilai kehidupan bagi pembacanya. Misalnya dengan menyajikan karya jurnalistik yang bersifat mencerahkan dan memberikan pengetahuan atau wawasan baru. Serta mampu mengayomi masyarakat dan membantu masyarakat agar tidak sembarang menerima berita lalu menyebarkannya, agar masyarakat juga tidak terpengaruh dengan teknologi informasi yang berkembang secara pesat.
Seperti yang kita ketahui juga Di Era globalisasi telah menempatkan peranan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam tempat yang sangat strategis, karena menghadirkan suatu dunia tanpa batas, jarak, ruang dan waktu, dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, selain dampak positif, Teknologi informasi juga disadari memberikan peluang terjadinya kejahatan-kejahatan baru (cyber crime) yang bahkan lebih canggih dibandingkan kejahatan konvensional. Teknologi informasi telah mampu merubah pola hidup masyarakat secara global dan menyebabkan perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan pola penegakan hukum yang kecepatan perubahannya berlangsung secara signifikan. Itulah sebabnya Teknologi ini telah menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan efektif melawan hukum. Berkembangnya situs pornografi, telah kita yakini dapat meracuni kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Selain itu, perbuatan melawan hukum di dunia maya lainnya merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan. Tindakan kejahatan kartu kredit, hacking, cracking, phising, booting, dan cybersquating, perjudian, penipuan, terorisme dan penyebaran informasi destruktif telah menjadi bagian dari aktivitas pelaku kejahatan di dunia maya.
Disinilah peran Teknologi informasi dibutuhkan, begitu pula Depkominfo yang terus menerus melakukan sosialisasi terhadap UU No. 11/2008 tentang ITE ini ke berbagai lapisan masyarakat. Sebab dengan terbentuknya pemahaman yang sama dikalangan aparatur penegak hukum, maka memungkinkan terlaksananya penegakan hukum terkait UU ITE secara efektif, dan pada akhirnya dapat mewujudkan perlindungan maksimal bagi seluruh aktivitas pemanfaatan Teknologi Informasi, serta akan memberikan efek kepada para pelaku tindak kejahatan di dunia cyber. Maka diharapkan sosialisasi UU tentang ITE ini dapat terus semakin meluas.
Kita semua tentu menyadari kalau kehidupan saat ini sudah semakin canggih. Segala hal nampaknya sudah disediakan untuk menunjang segala kebutuhan kita. Itu semua tentu saja tidak lepas dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang sangat pesat ternyata membawa pengaruh yang signifikan dalam hidup masyarakat. Hebatnya, perkembangan teknologi tersebut mampu mempengaruhi masyarakat di segala aspek kehidupan, termasuk bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Dalam bidang politik, perkembangan teknologi memiliki peranan yang sangat penting. Perkembangan teknologi tidak hanya mempengaruhi aktivitas politik, tetapi juga menginspirasi hal-hal baru dalam kegiatan berpolitik. Penyadapan suara telepon dan pemasangan kamera tersembunyi (hidden camera), misalnya, tidak akan ada tanpa ketersediaan teknologi yang memadai. Dengan memanfaatkan peralatan yang canggih, kita dapat mendengarkan percakapan orang lain melalui telepon tanpa diketahui oleh orang tersebut. Peralatan tersebut memanfaatkan dua teknologi yang sangat lazim digunakan dalam penyadapan telepon, yaitu Spy Gear (menggunakan kartu SIM yang sudah dicopy sebelumnya), Atis, Gueher Gmph yang memiliki kemampuan tinggi dalam merekam, Spy Call, dan software-software tertentu lainnya. Sayangnya, kecanggihan teknologi ini seringkali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Adanya kamera tersembunyi, misalnya, masih sering dimanfaatkan untuk mengambil gambar orang-orang yang sedang berganti pakaian. Padahal ada ketentuan khusus mengenai siapa yang boleh menggunakan kamera tersembunyi dan penyadapan telepon, serta untuk apa alat-alat tersebut digunakan. Penggunaan alat-alat tersebut baru dianggap legal jika digunakan untuk kepentingan investigatif oleh wartawan yang berwenang atau badan intelejensia.
Masih dalam bidang politik, perkembangan teknologi ini juga sangat membantu kegiatan kampanye politik. Sebagian besar masyarakat tentu tahu bagaimana Barrack Obama mencoba melakukan kampanye melalui media online (situs jejaring sosial). Dan cara ini ternyata sangat efektif. Kampanye Barrack Obama melalui situs jejaring sosial seperti Facebook ternyata mampu mempengaruhi persepsi khalayak, khususnya bagi mereka yang mengakses situs jejaring sosial.
http://komunikasipers.blogspot.com
Kamis, 14 Maret 2019
TUGAS 2 NUR AISYAH C1D318080
1. MANFAAT INTERNET
1. Sarana Pendidikan Jarak Jauh
Internet sebagai perpustakaan online dan kemampuannya dalam membangun komunikasi yang interaktif memungkinkan setiap orang melakukan pendidikan jarak jauh. Artinya, seorang guru atau dosen dengan siswa atau mahasiswa tidak harus berada di satu tempat, melainkan bisa di tempat yang berbeda walaupun jauh. Mengapa bisa? Karena siswa bisa mengakses website yang telah sekolah buat, lalu siswa mengikuti proses pendidikan di depan komputernya, bisa kapan saja, bahkan hingga 24 jam.
2. Sebagai Sarana Hiburan
Berbicara mengenai hiburan, sebenarnya sebuah hiburan bisa didapatkan bukan hanya di dunia nyata saja, di dunia maya pun bisa. Di internet, Anda bisa mendapatkan hiburan sesuai yang Anda mau, misalnya menonton sebuah video lucu, gambar yang menghibur, bermain game secara online, menyegarkan pikiran dengan mencari informasi menghibur, dan lain-lain.
3. Memudahkan Pekerjaan
Pekerjaan yang sebelumnya terasa berat bisa menjadi ringan karena hadirnya internet. Contoh, jika Anda diperintahkan oleh direktur untuk memberikan sebuah data ke kantor lain, dan hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan surat elektronik di dunia maya atau biasa disebut dengan Email.
4. Untuk Menjalankan Bisnis Online
Bisnis yang dijalankan di internet disebut oleh kebanyak orang dengan bisnis online. Ya, bisnis online kini tengah populer dan sudah sangat banyak yang menjalaninya dari seluruh penjuru dunia. Bagusnya bisnis online adalah kita hanya duduk di depan laptop atau komputer saja sambil menjalankan bisnis, jadi tentunya sangat hemat tenaga dan bahkan hasilnya bisa lebih besar dibanding bekerja di dunia nyata.
5. Berbelanja Online
Jika Anda suatu hari sedang malas untuk keluar rumah, ataupun sekedar ingin mencari pengalaman baru berbelanja. Belanja online adalah pilihan yang tepat, meski begitu Anda harus berhati-hati, perhatikan apakah penjualnya terpercaya dan barangnya terbukti berkualitas. Jadi begitu mudahnya belanja online, caranya Anda hanya perlu memesan sesuai dengan format yang telah ditentukan penjual, harga cocok, kirim uang, barang terkirim sampai di rumah Anda. Namun memang untuk berbelanja secara online Anda harus cerdas dalam memilah-milah mana toko online yang terpercaya
2.Dampak positif dan negatif dalam penggunaan internet
Dampak Positif Internet
1. Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Dengan adanya internet, kita jadi lebih tahu mengenai berbagai wawasan dan pengetahuan dari berbagai bidang dari seluruh dunia. Terutama bagi pelajar, internet mempermudah mereka dalam mencari informasi yang berkaitan dengan pelajaran. Pelajar juga dapat melihat berbagai macam video di Youtube yang tentunya akan menunjang pendidikan mereka. Banyak video edukasi yang bertebaran di Youtube, anda pun juga dapat mendownload video-video tersebut.
2. Menjadi Media Komunikasi
Internet merupakan alat komunikasi yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain pada aplikasi internet. Contohnya adalah aplikasi chatting seperti twitter, line, facebook, yahoo, BBM. Hal ini tentu memudahkan untuk melakukan komunikasi dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun.
3. Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan
Selain mudahnya mencari informasi, Anda juga dapat mencari lowongan pekerjaan di internet. Internet telah menjadi wadah tersendiri bagi Anda untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah melalui situs-situs yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan. Para perekrut calon karyawan baru pun biasanya juga melakukan riset terlebih dahulu mengenai diri Anda di internet. Oleh karena itu, usahakan selalu tampilkan citra yang baik di internet.
4. Mudah Melakukan Transaksi dan Berbisnis
Internet juga dapat menghasilkan keuntungan atau uang bagi Anda dengan berdagang secara online. Contohnya dengan membuka toko online sendiri. Selain itu, internet juga memudahkan Anda dalam melakukan transaksi pembelanjaan dan membuat Anda tidak perlu repot-repot untuk berbelanja langsung di toko fisik.
Dampak Negatif Internet
1. Pornografi
Tidaklah salah jika internet dikaitkan dengan hal-hal berbau pornografi, baik berupa gambar, video, maupun tulisan. Media internet memberikan peluang bagi seseorang untuk melihat, mengunduh, serta memperdagangkan pornografi. Chat rooms yang berisi fantasi serta role playing untuk orang
dewasa pun semakin marak. Hal ini tentu sangat membahayakan bagi semua kalangan. 2. Tersebarnya Informasi Palsu Informasi palsu atau yang lebih dikenal dengan istilah HOAX dibuat oleh orang-orang tertentu dengan tujuan menakut-nakuti orang lain, menjelek-jelekkan suatu pihak dan lain sebagainya. Sebetulnya cukup mudah untuk mendeteksi informasi palsu yang masuk dalam broadcast pesan, namun orang lebih suka untuk langsung mempercayai dan membagikan walaupun info tersebut belum dipastikan kebenarannya. 3. Menampilkan Kekejaman Kekompleksan informasi di internet membuat beberapa situs menampilkan segala bentuk kekejaman dan kesadisan untuk menjual situs yang bersangkutan. Hal-hal bersifat tabu memang menjadi salah satu cara yang bisa menaikkan pamor situs tersebut. 4. Penipuan Tidak hanya dalam media internet, penipuan adalah dampak negatif yang mengintai dalam segala hal. Internet menjadi salah satu sasaran para penipu untuk melancarkan aksinya. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah mengabaikan informasi tertentu yang dianggap memiliki unsur penipuan 3.Bagaimana Peran Internet Di Era Milenial Internet di era milenial Generasi milenial atau yang biasa disebut Gen Y merupakan generasi harapan. generasi yang lahir pada tahun 1980-2000-an ini Pada awalnya, dipersepsikan demikian.Generasi itu juga disebut sebagai Generasi Praktis, karena untuk mendapatkan informasi hanya dengan mengakses internet. Namun, seiring perjalanan waktu, perkembangan informasi, dan perubahan perilaku, harapan tersebut perlahan memudar.Generasi Milenial sebetulnya bias karena terpengaruh kategorisasi demografik masyarakat Barat. Alasannya, bukan hal yang mudah untuk menaklukkan generasi milenial ini. Media memberi stigma Gen Y sebagai generasi yang menyukai segala hal yang instan, gaya hidup dengan selera tinggi, dan tidak mempunyai rencana hidup yang jelas. Sebenarnya, bila Gen Y dicap sebagai generasi yang instan, itu pun bukan sepenuhnya salah Gen Y. Sebab, teknologi terus berkembang, semakin mudah digunakan, dan murah untuk digapai.Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta pada tahun 2017, atau setara54,68% dari total populasi masyarakat Indonesia. Nah, dari angka itu, sebanyak 49,52% berada pada kategori umur 19-34 tahun. Bisa disimpulkan bahwa yang menguasai Internet di Indonesia adalah kalangan Gen Y. Namun, apa yang sebenarnya Gen Y lakukan di Internet? Menurut Google Survey Barometer, sebanyak 86% Gen Y menggunakan internet karena mereka menemukan kesenangan dan hiburan di dalamnya. Walaupun terkesan lebih banyak bergurau, sebanyak 68% lari ke Internet ketika mereka membutuhkan sebuah informasi. Jadi tidak hanya hiburan saja, Gen Y juga menggunakan internet untuk menemukan suatu hal yang berfaedah.Namun, bila kita menilik lebih dalam lagi, hanya sekitar 6% Gen Y yang menggunakan smartphone untuk membaca buku atau majalah dalam versi digital. Gen Y nampaknya belum nyaman membaca buku atau majalah di dalam smartphone mereka. Tapi, sebanyak 35% dari Gen Y ini menggunakan smartphone mereka untuk membaca berita melalui situs media online. Lalu, apa yang paling sering mereka lakukan di dalam smartphone mereka? Sudah bisa ditebak bahwa mereka menggunakan smartphone mereka untuk mendengarkan musik, mengambil foto dan video. “Berbeda dengan Gen X yang memamerkan foto-foto mereka dengan beragam filter agar tampil sempurna, Gen Y lebih senang menampilkan momen autentik milik mereka. Kesan natural dan menunjukkan ‘siapa mereka’ adalah hal yang mereka tampilkan di lini media sosial mereka,”(ujar Farhana E. Devi Attamimi, Executive Director, Strategy Hakuhodo Network Indonesia).Pada saat ini media sosial (medsos) menjadi suatu media yang memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Perkembangannya sangat pesat. Pada saat ini perkembangannya berdampak pada kian terbukanya akses medsos yang semakin luas. Keadaan ini memicu fenomena globalisasi, sebagai hasil dari perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi yaitu internet dan mobile phone. Dampak kian cepatnya arus informasi adalah batas-batas antarnegara dan dunia semakin kabur. Generasi muda dengan segudang potensi yang dimilik, sudah saatnya untuk menjadi pionir atau penggerak perkembangan medsos. Generasi muda zaman now yang merupakan penghuni dari internet atau hidup di zaman internet, sudah sepantasnya bukan hanya menjadi pengguna yang pasif. Mereka bukan sekadar melihat. Mereka harus menjadi pengguna yang berpartisipasi aktif sebagai pembuat konten blog, pemberi kritik dan saran pada forum online.Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda sebagai partisipasi aktif dalam medsos. Sebagai contoh generasi muda dapat membuat blognya sendiri dimana di dalamnya ditulis pengalaman pribadi, hobi atau kegemaran, baik di bidang seni, olahraga, bisnis dll. Generasi muda zaman now juga dapat berwirausaha melalui medsosl sebagai sarana promosi. Contoh-contoh yang telah disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak hal yang dapat dilakukan generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam perkembangan medsos.Selain manfaat yang diperolehnya, ada pula manfaat bagi masyarakat lainnya. Generasi muda dapat menyalurkan kreativitas dan inovasi, mengurangi tingkat kenakalan, menambah khasanah budaya, meningkatkan budaya menulis dan menambah ilmu pengetahuan. (Shalhan Rizki Al Huda). Tak hanya itu, bukan keanehan jika kini generasi milenial membanjiri dunia pekerjaan dengan jumlah yang signifikan. Kisaran umur antara 15 tahun sampai 35 tahun, generasi milenial terlahir sebagai generasi yang selalu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. Maka, tidak mengherankan jika milenial sudah terbiasa dengan teknologi temutakhir.Karena dunia bisnis sudah dipenuhi oleh para milenial, perombakan terjadi di setiap lini proses bisnis. Mulai dari penyediaan sampai dengan pembelian atau transaksi dilakukan menggunakan teknologi internet. Menurut yang Bizzy.co.id lansir dari electronics360.globalspec di artikelnya yang berjudul “Millennials and the Internet Changing the Way Materials are Purchased”, dilihat dari sudut pandang dunia bisnis, adalah sangat penting untuk tidak terlalu fokus hanya pada mendapatkan pelanggan baru, tapi juga bagaimana caranya mempertahankan pelanggan tersebut. Hal tersebut menjadikan generasi milenial lebih unggul. Mengapa bisa demikian? Lagi-lagi jawabannya adalah karena milenial lebih dekat dengan teknologi dan mengubah dunia bisnis mulai dari cara pembelian, alur pengiriman hingga penerimaan barang. saat ini, para konsumen terbukti lebih menyukai cara pembelian yang praktis. Toko online atau e-commerce menjadi andalannya. Di tangan para milenial dan dukungan teknologi, cara berbelanja mengalami perubahan signifikan. Cukup memakai handphone atau lewat PC para konsumen sudah bisa mendapatkan barang yang diinginkan. 4.Hal-Hal Atau Solusi Yang Harus Diperhatikan Penggunaan Internet 1. Harus Sopan 2 . Dilarang Spam 3 . Hati - Hati Berita Hoax 4 . Jangan Tebar Isu Berbau SARA 5 . Jangan Menipu 6 . Bijak Meng-copy Artikel di Sebuah Situs 5. Peran Mahasiswa Dalam Mengatasi Hoax Di Internet Mahasiswa harus menjadi Agen of Change dan Social Control yang baik dan berkualitas, salah satunya dengan cara meluruskan kebiasaan yang salah pada masyarakat, yakni dalam menanggapi penyebaran berita hoax. Untuk itu dalam menangkal berita hoax yang beredar, mahasiswa harus lebih peka dengan stuasi yang ada. Untuk memerangi berita hoax salah satunya dengan membudayakan literasi media kepada masyarakat. (ded/ded) Cara Cerdas Mencegah Penyebaran "Hoax" di Media Sosial Kompas.com - 07/11/2017, 08:02 WIB Acara diskusi ?Literasi Cerdas Bermedia Sosial? yang digagas Mudamudigital di Kota Bandar Lampung, Jumat (3/11/2017).(Dok Mudamudigital) JAKARTA, KOMPAS.com - Media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda. Menyadari hal tersebut, sudah banyak kelompok yang secara proaktif mengajak masyarakat agar lebih cerdas menggunakan media sosial. Pemerintah juga terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika turut mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital, salah satunya melalui Mudamudigital. Mudamudigital merupakan wadah bagi para generasi muda untuk berbagi ilmu dengan para pakar literasi digital Indonesia. Para peserta juga dapat "curhat" kepada para pakar tentang apa saja yang mereka hadapi di dunia digital pada era zaman now. Tujuan utama Mudamudigital adalah membentuk generasi muda Indonesia agar mempunyai kecerdesaan literasi digital yang tinggi. Dengan cara itulah anak-anak muda tidak gampang dipengaruhi oleh berita-berita hoaks yang dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa. Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi Herry Abdul Azis mengatakan,internet telah membuat informasi berkembang lebih jauh. Dalam hitungan jam, satu topik bisa berkembang lebih luas. "Misalnya saja berita yang berkembang soal registrasi SIM Card telah berkembang sangat jauh. Dalam hitungan jam, berapa hari, berita berkembang luas, bahkan ada yang menjadi hoaks. Masuk ke ranah-ranah lain, seperti untuk penyadapan dan lain-lain," ujar Herry dalam acara “Literasi Cerdas Bermedia Sosial” yang digagas Mudamudigital di Kota Bandar Lampung, Jumat (3/11/2017). "Hoaks tersebut sangat viral, padahal tidak ada hubungannya. Baru hitungan hari saja sudah berubah. Padahal, hal tersebut tidak benar," ujar Herry. Lebih lanjut, Herry menjelaskan, berita hoax soal registrasi SIM Card juga mempengaruhi masyarakat. “Diperkirakan sampai 41% orang terpengaruh," katanya. Lalu, bagaimana meminimalisir berita hoax yang bertebaran saat ini? "Muda-mudi digital jangan mudah percaya dengan informasi yang berseliweran. Cek kebenarannya," kata Herry. Acara diskusi Literasi Cerdas Bermedia Sosial digagas Mudamudigital di Kota Bandar Lampung, Jumat (3/11/2017).(Dok Mudamudigital) Selain itu, dia mengimbau agar tidak membaca sesuatu hanya sepotong-sepotong. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Septiaji Eko Nugroho selaku Inisiator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Ketua Masyarakat Indonesia Antihoax menjelaskan bahwa orang Indonesia kerap percaya pada hoaks kesehatan dan keuangan. Karena itu, tak mengherankan jika ribuan orang kerap jadi korban investasi bodong. "Kejadian tersebut terjadi karena orang Indonesia kurang edukasi literasi digital. Kampanye publik dapat digalakkan untuk menangkal hoax," kata Septiaji. Menurut dia, keluarga adalah garda terdepan mencegah hoaks. Orangtua harus aktif saat anak mengakses media sosial. Di sisi lain, seluruh pihak juga terlibat aktif menangkal hoax, tak terkecuali para pemimpin agama. "Seringlah menulis hal-hal positif tentang lingkungan sekitar. Jangan diam dan sibuk pada urusan hal-hal buruk. Tingkatkan level pemikiran kritis sebagai upaya memerangi informasi yang keliru," ujarnya. Sementara itu, Kanit V Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo mengingatkan agar generasi muda tidak sembarangan membagikan sesuatu di internet, misalnya informasi menyinggung orang lain. "Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet bisa terancaman pidana pasal 310 dan 311 KUHP dan Undang-Undang ITE. Cek dulu informasi yang ingin disebarkan, apa dapat merugikan orang lain, jangan sampai bersinggungan dengan hukum," katanya. Menyadari bahwa saat ini era e-commerce sedang bertumbuh, Purnomo tak lupa memberikan tips agar anak muda terhindar dari penipuan. Dia menyarankan, sebelum membeli sesuatu dari internet, sebaiknya kita memilih online shop yang terverifikasi dan bisa dipercaya. "Walaupun harganya mungkin sedikit lebih mahal. Kalau ada yang menawarkan harga lebih murah, tapi reputasi belum teruji, harus diwaspadai," katanya. Untuk pengguna internet yang sudah terlanjut menjadi korban penipuan, Purnomo menyarankan agar mereka membuat laporan kepada Kepolisan. Berbekal bukti laporan dari Kepolisian, korban bisa meminta agar bank membekukan sementara rekening pelaku penipuan. "Rekening pelaku bisa ditahan, penundaan transaksi sebentar. Sesuai UU pencucian uang, bank dapat melakukan penundaan transaksi bila ada transaksi yang mencurigakan. Ini kan teman-teman transaksi melalui transfer, jadi bisa dilihat," katanya. Perlu diketahui, data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta. Meningkatnya perkembangan pengguna internet di Indonesia memiliki dampak positif antara lain semakin meningkatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Namun, di saat yang sama, pertumbuhan pengguna yang massif ini membuka ruang lebih luas untuk meningkatnya radikalisme digital, jejaring teroris online, berita palsu, ujaran kebencian dan cyberbullying. Hal itu terlihat dengan begitu banyaknya informasi hoaks. Berita-berita hoax yang menyesatkan beredar lewat berbagai jalur digital, termasuk situs media online, blog, website, media sosial, email, dan aplikasi pesan instan. Menurut The Jakarta Post, sejak 2008 lalu sebanyak 144 orang telah diproses hukum karena akibat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial. Diskusi Literasi Cerdas Bermedia Sosial? digagas Mudamudigital di Kota Bandar Lampung, Jumat (3/11/2017).(Dok Mudamudigital) Selain itu, hingga 2016 lalu, terdapat sekitar 773.000 situs yang diblokir oleh Kementerian Kominfo. Mayoritas situs itu merupakan situs pornografi. Tindakan pemblokiran ini menunjukkan bahwa masih terdapat konten negatif di internet. Menyebarnya hoax atau berita palsu di internet sebenarnya bukan problema yang hanya terjadi di Indonesia. Bahkan, Amerika Serikat sekalipun mengalami masalah serius terkait penyebaran hoax di media sosial, terutama Facebook dan Twitter. Tindakan sederhana apa yang bisa kita lakukan agar tidak ikutan menyebarkan hoax? Berikut tips dari Septiaji Eko Nugroho: Hati-hati dengan judul provokatif Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu itu. Cermati alamat situs Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai. Periksa fakta Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita, sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. Cek keaslian foto Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan. Ikut Dalam grup diskusi anti-hoax Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti-hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, warganet bisa ikut bertanya, apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang. Masih kurang jelas? Tips dari The Washington Post di bawah ini bisa juga dijadikan sebagai pelajaran: 1. Jangan cuma judulnya Banyak orang sebenarnya tidak membaca konten yang mereka bagikan. Mereka hanya membaca judulnya. Untuk mencegah Anda sendiri menjadi penyebar hoax, hilangkanlah kebiasaan membagikan konten tanpa membaca isinya secara menyeluruh. Sumber berita 2. Orang sering tidak mempertimbangkan legitimasi sumber berita. Situs berita hoax bisa muncul tiap saat, tetapi kita sebenarnya bisa menghindari jebakannya dengan bersikap lebih hati-hati melihat sebuah situs. Sikap hati-hati ini juga berlaku bagi narasumber yang mereka kutip, minimal dengan mencari referensi lanjutan di Google atau situs lain yang sudah terpercaya. 3. Orang cenderung mudah terkena bias konfirmasi Orang punya kecenderungan untuk menyukai konten yang memperkuat kepercayaan atau ideologi diri atau kelompoknya. Hal ini membuat kita rentan membagikan konten yang sesuai dengan pandangan kita, sekalipun konten tersebut hoax. Jika Anda membaca berita yang betul-betul secara sempurna mengukuhkan keyakinan Anda, Anda harus lebih berhati-hati dan tidak buru-buru memencet tombol Share. 4. Orang mengukur legitimasi konten dari berita terkait Sebuah berita belum tentu bukan hoax hanya karena Anda melihat konten terkait di media sosial. Jangan buru-buru menyimpulkan lalu ikut membagikannya. Kadang-kadang, hoax memang diolah dari berita media terpercaya, hanya saja isinya sudah diplintir. 5. Makin sering orang melihat sebuah konten, makin mudah mereka mempercayainya Hanya karena banyak teman-teman Anda share berita tertentu, bukan berarti berita tersebut pasti benar. Alih-alih langsung mempercayai dan membagikannya, Anda bisa mencegah ikut ramai-ramai termakan hoax dengan melakukan pengecekan lebih lanjut. Mari, mulai sekarang, jangan mudah terjebak hoax!
Kamis, 07 Maret 2019
Langganan:
Komentar (Atom)